Bahasa Tubuh Ketika Wawancara Kerja

Bahasa Tubuh Ketika Wawancara Kerja ---Kembali memposting artikel karir yang berhubungan dengan interview atau wawancara kerja. Pada postingan terdahulu kita sudah membahas masalah Langkah Untuk Mendapatkan Pekerjaan. Dan salah satu langkahnya adalah menguasai teknik interview yang baik. Untuk itu, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Bahasa Tubuh Ketika Wawancara Kerja atau bahasa tubuh saat interview.

Bahasa tubuh wawancara
Sebagian kita mungkin kurang menyadari bahwa dalam proses wawancara kerja ada penilaian yang tidak tertulis, yaitu bahasa tubuh. Bahasa tubuh merupakan bentuk komunikasi non verbal yang bisa menunjukkan sikap dan perilaku kita. Tentunya Bahasa Tubuh ini sangat berpengaruh terhadap hasil wawancara kerja, diterima atau tidaknya. Untuk itu ada beberapa Bahasa Tubuh Ketika Wawancara Kerja yang penting sekali diperhatikan oleh para pencari kerja.

Berjabat Tangan
  • First Impression atau kesan pertama dalam proses wawancara kerja adalah berjabat tangan. Usahakan untuk berbarengan dan bila perlu kita lebih dahulu mengangkat tangan untuk berjabat dengan pewawancara kita. Berjabat tanganlah dengan mengalirkan energi semangat, yakin dan percaya diri secara proporsional. Pastikan juga tangan anda kering dan tidak berkeringat. Ini semua dilakukan untuk membuat pewawancara kita terkesan.
Hindari Bertopang Dagu
  • Ini sangat fatal jika Anda lakukan. Kesan yang ditampilkan ketika kita bertopang dagu saat wawancara kerja akan dianggap sebagai bentuk malas dan tidak serius saat proses wawancara kerja. Tentunya bahasa tubuh dengan bertopang dagu ini bisa saja membuat kita tidak diterima diperusahaan yang kita inginkan. Letakkan tangan diatas meja atau paha jauh lebih baik dari pada bertopang dagu.
Jangan Kosongkan Pandangan Mata
  • Ini adalah bahasa tubuh yang sering tidak disadari oleh kita saat wawancara kerja. Ketika mendengarkan pembicaraan pewawancara, terkadang tanpa disadari pandangan mata kita kosong. Usahakan untuk tetap fokus. Karena hanya dengan cara ini kita bisa dianggap paham oleh pewawancara ketika melihat pandangan kita. Karena jika tatapan mata kita kosong, pewawancara akan menganggap kita tidak mengerti apa-apa.
Jangan Terlalu Banyak Mengangguk Kepala
  • Bahasa tubuh dengan anggukan kepala biasanya dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita paham dengan apa yang dijelaskan, atau mungkin juga untuk menunjukkan perhatian yang lebih kepada pewawancara. Tapi jika Terlalu Banyak Mengangguk Kepala maka ada kemungkinan kita dianggap tidak mengerti apa-apa oleh pewawancara. Untuk itu, mengangguklah secara proporsional.
Itulah Bahasa Tubuh Ketika Wawancara Kerja yang perlu diperhatikan. Setidaknya dengan memahami hal tersebut, kita sudah mampu memberi poin lebih kepada pewawancara saat proses interview atau wawancara kerja. Moga bermanfaat!

Postingan terkait: