Implementasi Kartini Oleh Perusahaan Pada Karir Perempuan

Implementasi Kartini Oleh Perusahaan Pada Karir Perempuan ---Perempuan dijaman sekarang memang sudah diakui kesetaraannya dengan para pria. Perempuan berhak untuk berkarir dan berpendidikan setinggi mungkin yang bisa mereka capai. Perempuan juga bisa menjadi pekerja yang ulet dan menantang, hampir tidak ada bedanya dengan laki-laki. Berbagai instansi maupun perusahaan juga ada yang menjadikan perempuan sebagai pimpinan dan menduduki jabatan penting lainnya. Ini semua terjadi karena apa yang telah dirintis oleh Pahlawan wanita Indonesia, Ibu RA Kartini sudah banyak diterapkan oleh kaum perempuan dijaman sekarang. Lalu, apakah semua perusahaan memperlakukan semua karyawatinya sesuai konsep yang diinginkan RA Kartini?

Karir Perempuan
Beberapa hal berikut bisa dijadikan patokan bagi setiap perempuan untuk melihat apakah suatu perusahaan sudah mewujudkan, melaksanakan (implementasi) dan pro terhadap perjuangan RA KArtini.

Kesetaraan Karir Perempuan dengan Laki-laki
  • Hal pertama untuk melihat Implementasi Kartini Oleh Perusahaan Pada Karir Perempuan terletak pada apresiasinya terhadap pekerja perempuan itu sendiri. Jika perusahaan bisa menempatkan seorang perempuan untuk menduduki jabatan tinggi diperusahaannya karena prestasi karyawan perempuan tersebut, maka sudah bisa jadi pegangan bahwa perusahaan itu telah melaksanakan nilai perjuangan Kartini di perusahaannya. Karena memang perempuan juga berhak untuk menduduki jabatan tinggi dan jenjang karir yang bagus bila berprestasi.
Kebijakan Yang Ramah Perempuan
  • Implementasi Kartini Oleh Perusahaan Pada Karir Perempuan bisa juga dilihat dari aturan-aturan yang ditetapkan. Jika ada perusahaan yang menerapkan peraturan kepada karyawannya, yang seolah-olah semua karyawannya tidak boleh hamil, maka perusahaan tersebut belum menghormati nilai-nilai perjuangan kartini. Harus ada aturan yang pro perempuan. Waktu cuti yang lebih lama (melahirkan), atau jam kerja yang fleksibel bagi karyawati atau pegawai perempuan yang memiliki bayi, juga merupakan bentuk implementasi Kartini oleh perusahaan. Tentunya dalam hal ini tidak boleh ada kecemburuan karyawan laki-laki karena hal ini. Karena seperti pada artikel Memperingati Hari Kartini 21 April | Emansipasi Perempuan Indonesia sudah ditulis, bahwa kodrat perempuan untuk melahirkan memang sudah menjadi keistimewaan. Dan pastinya keistimewaan itu tidak dimiliki oleh laki-laki.

Itulah dua hal yang bisa dijadiakn acuan untuk melihat Implementasi Kartini Oleh Perusahaan Pada Karir Perempuan. Baca juga artikel karir sebelumnya tentang beberapa Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Saat Bekerja. Sukses selalu!

Postingan terkait: