Mengapa Chef Juna Terlihat Keras, Garang, dan Arogan di Masterchef Indonesia?

Mengapa Chef Juna Terlihat Keras, Garang, dan Arogan di Masterchef Indonesia? ---Nama Chef Juna akhir-akhir ini kembali menjadi perbincangan para pecinta talent show Masterchef Indonesia yang sekarang sedang berlangsung season 2 di RCTI. Gaya bicara dan pembawaan Chef Juna saat menjadi juri Masterchef Indonesia tersebut terkadang membuat orang jengah, namun tetap di sukai. Pendapat di masyarakat-pun bermunculan tentang penampilan Chef Juna yang terkesan kasar dan arogan, bahkan terkadang norak dan lebay.
Chef Juna
Beberapa pendapat mengatakan bahwa penampilan Chef Juna memang karena tuntutan skenario untuk menambah gimmick acara Masterchef Indonesia. Ini merupakan hal biasa yang sering dilakukan oleh para produser untuk menaikkan rating ataupun keberhasilan suatu program acara di televisi. Namun benarkah demikian?

Bagi yang tidak tahu bagaimana latar belakang Chef Juna sebelum dikenal seperti sekarang ini, mungkin pendapat diatas ada benarnya. Walaupun sudah beberapa kali hal ini di konfirmasi langsung ke Chef Juna, ia selalu mengatakan bahwa ia memang seperti itu. Keras, kasar, dan terkesan arogan.

CHEF "BAD BOY" JUNA
Jika kita melihat kebelakang, apa yang kita lihat di acara Masterchef Indonesia terhadap sosok Chef Juna sepertinya memang demikian adanya. Sejak usia belasan tahun, "Juna ABG" termasuk anak yang nakal dan berandalan. Tato pertama dibadannya bahkan dibuat saat umurnya 15 tahun dengan mesin tato buatan sendiri. Jiwa "Premanisme" yang akrab dengan kasar dan arogan semakin terbentuk ketika Chef Juna membentuk Geng Motor Harley Davidson "Bad Bones" di usianya yang ke 17.

Kehidupan keras jalanan juga sudah dirasakan oleh Chef Juna kala itu. Chef Juna juga pernah diculik, disiksa, hampir ditembak dan overdosis. Semua ini merupakan kartakter dasar yang dimiliki oleh Chef Juna yang sulit untuk di rubah dimanapun ia tampil. Namun, sebagai seorang Chef profesional nan elegan, haruskah Chef Juna Terlihat Keras, Garang, dan Arogan di Masterchef Indonesia?

USAHA KERAS UNTUK MENJADI MASTER CHEF
Naluri kasar dan garang memang sudah ada di diri Chef Juna sejak remaja. Naluri ini semakin terbentuk dan menjadi satu kesatuan saat ia harus masuk ke dunia kuliner menjadi seorang Chef. Sebelum Chef Juna menjadi Executive Chef di Sushi Restaurant Houston US, ia terlebih dahulu menjadi seorang pelayan biaya. Ia bisa memiliki jabatan puncak dari posisi pelayan (terendah) ke Executive Chef (tertinggi) harus dilaluinya dengan pelatihan keras seorang sushi master dari jepang, hingga ia juga mendapat gelar sebagai sushi master.

Juga ketika Chef Juna bosan dengan masakan Jepang dan beralih ke masakan Perancis, ia juga harus mendapat pelatihan yang keras dan mulai belajar dari awal lagi walaupun ia juga adalah seorang sushi master. Chef Juna akan mendapat hukuman dari restoran Perancis tempat ia belajar masakan Perancis jika melakukan kesalahan sekecil apapun itu.

Jika melihat semua fakta diatas, maka kecil kemungkinan penampilan Chef Juna di Acara Masterchef Indonesia yang Keras, Garang, dan Arogan tersebut adalah gimmick acara. Semua adalah ekspresi jiwanya yang telah terbentuk dari kehidupan keras yang pernah di laluinya untuk bertahan hidup. Ini juga terlihat ketika Chef Juna Menangis ketika Bagus Tato, salah seorang kontestan Masterchef Indonesia 2 harus keluar karena tidak lolos Pressure Test.

Demikianlah Artikel Kuliner tentang Mengapa Chef Juna Terlihat Keras, Garang, dan Arogan di Masterchef Indonesia. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa kesuksesan itu bisa di raih dengan usaha yang keras dan sungguh-sungguh. Baca juga artikel kuliner seblumnya tentang Resep Untuk Membuat Kue Salju. Have a nice day!

Postingan terkait: